TRIBUN KALTIM – Kebersamaan manis antara PSIM Jogja dengan penyerang andalannya Rafael De Sa Rodrigues harus berakhir di penghujung tahun ini. Pemain yang menjadi aktor penting keberhasilan Laskar Mataram promosi ke Liga 1 itu resmi dilepas ke klub tetangga.
Manajemen PSIM secara resmi mengumumkan kepindahan penyerang yang akrab disapa Rafinha itu ke PSIS Semarang pada Selasa (30/12/2025). Keputusan ini diambil setelah melalui proses diskusi panjang antara pengurus klub dan sang pemain.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna menjelaskan bahwa langkah transfer ini adalah solusi terbaik yang telah disepakati kedua belah pihak. Ia memastikan perpisahan ini terjadi secara baik-baik demi karier sang pemain.
“Kami berdiskusi untuk mencari solusi terbaik bersama-sama. Akhirnya kami sepakat melepas Rafa ke PSIS Semarang.”
Dedikasi Sang Pahlawan
Manajemen klub memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas loyalitas dan kerja keras Rafinha selama berseragam PSIM. Razzi menilai kontribusi gol dan performa Rafinha sangat vital dalam mengangkat prestasi tim hingga menembus kasta tertinggi sepak bola nasional.
“Rafa sudah banyak membantu PSIM termasuk menjadi bagian penting klub saat promosi ke Liga 1 Indonesia.”
Janji yang Terpenuhi
Bagi Rafinha kepindahannya ini bukanlah sebuah pengkhianatan melainkan penanda bahwa tugasnya di Yogyakarta telah selesai dengan sempurna. Ia datang dengan satu janji untuk membawa PSIM naik kasta dan kini janji itu telah ia lunasi.
Rasa bangga menyelimuti hati pemain asal Brasil ini karena bisa menjadi bagian sejarah kebangkitan Laskar Mataram. Ia meninggalkan klub dengan kepala tegak setelah memberikan prestasi terbaik.
“Saya datang ke sini dengan misi membawa PSIM naik ke Liga 1. Ketika musim berakhir dan PSIM promosi saya merasa sangat senang dan bangga.”
Meski demikian Rafinha tidak memungkiri ada rasa sedih yang mendalam saat harus meninggalkan kota dan suporter yang sangat dicintainya. Ia mengaku memiliki ikatan emosional kuat yang sulit dilupakan bersama pendukung setia PSIM.
Pemain yang dikenal tajam di area pertahanan lawan ini pun menyampaikan salam perpisahan yang menyentuh hati. Ia berterima kasih atas segala dukungan yang diberikan kepadanya selama merumput di Yogyakarta.
“Untuk seluruh suporter PSIM terima kasih banyak atas cinta dan dukungan kalian selama ini. Saya mencintai kalian.”






