Giovanni Leoni Bersumpah Kembali Lebih Kuat Usai Cedera ACL

Hasyimy

TRIBUN KALTIM – Bek muda Liverpool, Giovanni Leoni, menunjukkan mentalitas baja di tengah masa pemulihan cedera lutut serius yang dialaminya. Pemain berusia 19 tahun itu bertekad untuk kembali ke lapangan dengan kondisi yang lebih kuat dari sebelumnya.

Leoni mengalami nasib nahas saat melakoni debutnya bersama The Reds di ajang Carabao Cup melawan Southampton pada September lalu. Momen yang seharusnya menjadi awal perjalanan indahnya di Anfield justru berakhir dengan vonis cedera robek Anterior Cruciate Ligament (ACL).

Pemain yang didatangkan dari Parma pada musim panas lalu itu menceritakan betapa sakitnya momen tersebut. Ia bahkan langsung menyadari tingkat keparahan cederanya begitu terjatuh di lapangan.

“Begitu saya menyentuh tanah, saya berkata kepada Conor Bradley, rekan setim saya: ‘ACL saya kena’,” kenang Leoni kepada Gazzetta dello Sport.

Menerima Takdir

Leoni mengakui bahwa rasa sakit yang dirasakannya sangat luar biasa. Namun, alih-alih meratapi nasib, ia memilih untuk berdamai dengan keadaan dan melihat musibah ini sebagai bagian dari perjalanan kariernya.

“Rasa sakit yang hebat dan kuat, rasa sakit terkuat yang pernah saya rasakan dalam hidup. Saya percaya bahwa hidup menyimpan hal-hal tertentu dan takdir telah membawa saya ke hal ini,” ujarnya.

Ia menanamkan pola pikir positif bahwa kejadian ini terjadi untuk menempa dirinya menjadi pemain yang lebih tangguh di masa depan.

“Pada diri saya sendiri, saya berkata: ‘Itu pasti terjadi untuk membuat saya lebih kuat’,” tegasnya.

Fokus Pulihkan Mental

Kini Leoni tengah menjalani program rehabilitasi intensif di AXA Training Centre. Ia memilih untuk tidak mematok target jangka panjang yang justru bisa membebani pikirannya, melainkan fokus menjalani proses pemulihan hari demi hari.

Menurutnya, bagian tersulit dari cedera ini sudah terlewati. Kini ia menyibukkan diri di kolam renang dan pusat kebugaran (gym) sembari melatih mentalnya agar siap saat waktunya kembali nanti.

“Bagi seorang pesepakbola, cedera seperti ini bisa menjadi momen tersulit dalam kariernya, tetapi sekarang saya hanya ingin melatih kepala saya untuk kembali lebih kuat dari sebelumnya. Saya pikir itu hal utama: kepala dapat melakukan sebagian besar pekerjaan,” pungkasnya

Bagikan: