TRIBUN KALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus berupaya memastikan warganya tidak sekadar menjadi penonton di tengah geliat investasi daerah. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi strategi jemput bola terus digencarkan untuk menyerap tenaga kerja lokal.
Salah satu langkah konkret yang dinilai paling efektif adalah pelaksanaan bursa kerja atau Job Fair. Program ini dirancang khusus untuk memangkas jarak antara pencari kerja lokal dengan perusahaan-perusahaan raksasa yang beroperasi di Kaltara.
Plt Kepala Disnakertrans Kaltara H Asnawi menegaskan bahwa kehadiran investasi besar harus berbanding lurus dengan kesejahteraan warga tempatan. Ia tidak ingin masyarakat lokal kesulitan mengakses peluang kerja di rumah mereka sendiri.
Jembatan Menuju Industri
Bursa kerja ini bukan sekadar acara seremonial tahunan melainkan sebuah strategi taktis. Pemerintah daerah memfasilitasi pertemuan langsung agar perusahaan dapat melihat potensi dan kualifikasi putra daerah secara transparan.
Langkah ini terbukti ampuh membuka pintu bagi tenaga kerja lokal untuk masuk ke sektor-sektor strategis. Perusahaan besar pun didorong untuk memprioritaskan rekrutmen dari dalam daerah sebelum mencari keluar.
Asnawi menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menekan angka pengangguran terbuka. Ia berharap sinergi ini terus terjaga agar penyerapan tenaga kerja lokal semakin maksimal di masa depan.
Komitmen Pemberdayaan
Pemerintah juga terus memantau realisasi penyerapan tenaga kerja pasca pelaksanaan bursa kerja tersebut. Evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa komitmen perusahaan dalam memberdayakan warga lokal benar-benar dijalankan.
Dalam keterangannya Asnawi menekankan harapannya agar strategi ini dapat terus menjadi solusi konkret bagi masalah ketenagakerjaan di Kaltara. Ia ingin melihat putra daerah menjadi tuan rumah yang sukses di tanah kelahirannya.
“Ini adalah strategi konkret kita untuk mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja sehingga tenaga kerja lokal kita bisa terserap maksimal,” ujar Asnawi.






