Awal Tahun Muncul 30 Kasus, Dinkes Palembang Gencarkan Vaksinasi di Zona Merah

redaksi

TRIBUN KALTIM Pemerintah Kota Palembang bergerak cepat merespons kemunculan kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD pada awal tahun ini. Tercatat sudah ada puluhan kasus yang dilaporkan terjadi sepanjang bulan Januari 2026.

Sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi ledakan kasus seperti tahun sebelumnya, program vaksinasi gratis mulai digulirkan secara masif. Dinas Kesehatan Palembang menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya atau FK Unsri untuk menyasar lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi.

Dokter Ariesti Karmila selaku perwakilan FK Unsri menjelaskan bahwa bantuan ribuan dosis vaksin ini difokuskan bagi anak-anak di wilayah endemis.

“FK Unsri mendapatkan bantuan 5 ribu dosis vaksin DBD yang akan diberikan ke anak-anak yang tinggal di wilayah kejadian DBD tertinggi Palembang,” ujar Co Principal Investigator 1 FK Unsri Dokter Ariesti Karmila dalam keterangan resminya, Kamis (15/1/2026).

Waspada Tren Kenaikan Kasus

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang Yudhi Setiawan mengungkapkan data fluktuatif penyebaran penyakit ini dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024 sempat terjadi lonjakan hingga 1.300 kasus dengan 14 kematian sebelum menurun menjadi 800 kasus pada tahun berikutnya.

Namun kewaspadaan harus ditingkatkan kembali mengingat tren kasus di awal tahun ini mulai terlihat.

“Sementara pada Januari 2026, sudah tercatat 30 kasus DBD,” kata Yudhi.

Sasaran dan Nilai Vaksin

Program vaksinasi ini menyasar anak usia 6 hingga 10 tahun yang tersebar di 10 puskesmas dan 60 Sekolah Dasar. Wilayah prioritas meliputi Gandus, Empat Ulu, Taman Bacaan, Sosial, Kalidoni, Padang Selasa, Makrayu, Pembina, Kertapati, dan Sematang Borang.

Ariesti menambahkan bahwa vaksin ini sebenarnya memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi jika diakses secara mandiri di rumah sakit. Masyarakat umum biasanya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp700 ribu untuk mendapatkan perlindungan medis tersebut namun kini pemerintah memberikannya secara cuma-cuma.

Ia memastikan keamanan dan manfaat vaksin berdasarkan kajian komprehensif yang telah dilakukan tim medis.

“Dari hasil kajian, vaksin berjalan efektif dalam mencegah DBD dan meringankan gejala jika infeksi terjadi,” pungkas Ariesti.

Bagikan: