TRIBUN KALTIM – Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang membeberkan alasan mendasar mengapa masyarakat di wilayah perbatasan lebih condong menggunakan produk buatan Malaysia. Fenomena ini bukan karena lunturnya rasa nasionalisme melainkan desakan kebutuhan ekonomi yang logis.
Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI, Zainal mengungkapkan bahwa ketergantungan ini mencakup kebutuhan pokok hingga kendaraan operasional. Warga di wilayah seperti Krayan terpaksa membeli barang dari negeri jiran karena harga produk dalam negeri melambung tinggi akibat sulitnya akses distribusi.
Kondisi geografis yang terisolasi membuat biaya angkut logistik dari wilayah Indonesia menjadi sangat mahal. Sebaliknya akses darat menuju kota-kota di Malaysia justru lebih terbuka dan mudah dijangkau oleh warga setempat.
Ironi ini terlihat jelas dari maraknya kendaraan asing yang berlalu-lalang di tanah air. Gubernur menyebutkan bahwa mobil-mobil yang digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari mayoritas berasal dari seberang perbatasan.
“Kendaraan roda empat yang digunakan masyarakat di sana rata-rata menggunakan pelat nomor Malaysia,” ujar Gubernur Zainal, Kamis (22/1/26).
Kebutuhan vs Kedaulatan
Ketergantungan ini tidak hanya sebatas kendaraan tetapi juga menyentuh urusan dapur. Sembako hingga material bangunan lebih mudah didatangkan dari Malaysia dengan harga yang jauh lebih masuk akal dibandingkan mendatangkannya dari ibukota provinsi.
Zainal menekankan bahwa satu-satunya solusi untuk memutus ketergantungan ini adalah pembangunan infrastruktur jalan penghubung. Selama jalan darat dari Malinau atau Nunukan belum tembus ke perbatasan, warga akan terus bergantung pada pasokan negara tetangga demi kelangsungan hidup.
Pemerintah provinsi berharap pusat dapat menggelontorkan anggaran lebih besar untuk mempercepat pembangunan jalan perbatasan. Langkah ini dinilai krusial untuk menegakkan kedaulatan ekonomi di beranda negara sendiri.
“Kondisi infrastruktur jalan yang buruk menjadi penyebab utama tingginya disparitas harga,” pungkasnya.






