TRIBUN KALTIM – Kabar mengenai kebugaran Martin Odegaard menjadi sorotan utama menjelang bentrokan Arsenal melawan Wigan Athletic di putaran keempat Piala FA. Gelandang kreatif asal Norwegia tersebut mengonfirmasi adanya masalah pada bagian lututnya, Minggu (15/2/26).
Masalah itu muncul usai laga kontra Brentford di mana Odegaard terlibat dalam situasi perebutan bola yang cukup intens. Sang kapten menjelaskan bahwa kakinya sempat tertarik dalam posisi yang tidak ideal hingga menyebabkan rasa nyeri pada persendian lutut.
Sempat Khawatir Cedera Serius
Meskipun mampu menyelesaikan pertandingan di lapangan, rasa tidak nyaman baru benar-benar terasa keesokan harinya. Odegaard mengakui sempat merasa sangat khawatir karena lututnya terasa sangat kaku dan nyeri saat terbangun di Jumat pagi.
Beruntung setelah menjalani pemeriksaan awal rasa cemas tersebut sedikit mereda karena cedera yang dialami tidak separah dugaan semula. Namun ketersediaannya untuk memimpin rekan setimnya di Emirates Stadium masih akan terus dipantau oleh tim medis hingga saat-saat terakhir menjelang laga.
Ambisi Memutus Tren Buruk
Terlepas dari kondisi fisiknya Odegaard menegaskan betapa pentingnya bagi skuad Meriam London saat ini untuk memiliki napas panjang di Piala FA. Ia menyadari dalam beberapa musim terakhir langkah Arsenal selalu terhenti terlalu dini pada kompetisi ini.
Dengan posisi klub yang masih perkasa di puncak klasemen liga dan Liga Champions, Odegaard tak ingin langkah mereka tergelincir oleh tim kasta rendah. Baginya laga melawan Wigan adalah ujian fokus agar Arsenal bisa terus bersaing di semua kompetisi yang mereka ikuti musim ini.
“Saya mencoba menyapu bola saat bola itu turun, tetapi malah menendang pemain sedikit, dan akhirnya kaki saya terlalu meregang yang menjepit lutut,” kata Odegaard.
“Saya bisa melanjutkan pertandingan tetapi pada Jumat pagi itu sangat sakit, jadi tentu saja saya khawatir tetapi untungnya sepertinya tidak terlalu buruk,” tutup dia.






