TRIBUN KALTIM – Munculnya aktivitas seismik di daratan yang dikenal stabil sering kali memicu kembali pertanyaan besar mengenai stabilitas geologi di Pulau Kalimantan. Meski sering dianggap sebagai wilayah paling aman dari bencana seismik di Indonesia, data sejarah justru menunjukkan fakta yang berbeda.
Pusat Survei Geologi atau PSG Badan Geologi telah merilis peta patahan yang memfokuskan pada pemetaan geologi dan indikasi struktur. Berdasarkan peta tersebut, terdapat keberadaan sesar aktif yang melintasi beberapa titik di daratan Kalimantan.

Penemuan indikasi struktur ini menjelaskan mengapa wilayah tersebut tetap memiliki potensi guncangan meski jauh dari zona subduksi utama. Catatan pada peta patahan menunjukkan adanya retakan pada kerak bumi yang dapat bergeser kapan saja.
Rekam Jejak Seismik Seabad Silam
Data sejarah mencatat bahwa aktivitas seismik di pulau ini bukanlah hal baru dalam siklus geologi. Sejak tahun 1900 hingga saat ini, sejumlah episentrum gempa telah terdeteksi tersebar di berbagai titik koordinat.
Catatan panjang selama lebih dari satu abad tersebut menjadi bukti bahwa Kalimantan memiliki riwayat pergerakan tanah yang dinamis. Keberadaan sesar lokal yang terpetakan oleh Badan Geologi memperkuat alasan mengapa guncangan dangkal tetap terjadi.







