Dulu Mengejek, Kini Elon Musk Mengangguk Setuju pada Howard Lutnick

Muflihah

TRIBUN KALTIM – Hubungan pasang surut antara Elon Musk dan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick kembali menjadi sorotan publik. Sempat saling lempar kritik tajam kini keduanya justru terlihat satu suara dalam isu krusial kenegaraan.

Musk secara terbuka menyetujui pandangan Lutnick mengenai sistem imigrasi Amerika Serikat yang dinilai telah rusak total. Hal ini terlihat dari respons singkat namun tegas yang diberikan CEO Tesla itu pada Selasa (14/1/26).

Ia menuliskan kata Tepat pada sebuah potongan video viral yang menampilkan pidato Lutnick. Dalam video tersebut Lutnick berargumen bahwa kebijakan perbatasan terbuka tidak mungkin berjalan beriringan dengan pemberian tunjangan pemerintah.

Kesamaan Pandangan

Persetujuan ini menarik perhatian mengingat sejarah hubungan keduanya yang sempat memanas beberapa waktu lalu. Lutnick menekankan bahwa negara tidak bisa membagikan uang pajak kepada siapa saja yang ingin masuk melalui perbatasan secara bebas.

Argumen ini sejalan dengan kekhawatiran yang sudah lama didengungkan oleh Musk selama berbulan-bulan. Ia sering mengingatkan bahwa menggabungkan kebijakan perbatasan terbuka dengan program kesejahteraan sosial adalah resep bencana fiskal bagi negara.

Lutnick merujuk pada era sejarah sebelum tahun 1930an saat Amerika menerima ratusan ribu imigran tanpa iming-iming bantuan sosial. Kala itu mereka yang gagal bertahan hidup secara mandiri biasanya akan memilih pulang dengan sendirinya.

Sempat Berseteru

Keharmonisan pendapat ini terjadi setelah drama politik yang melibatkan departemen efisiensi pemerintah atau yang dikenal sebagai DOGE. Lutnick pernah mengkritik pendekatan Musk yang dianggapnya terbalik dalam menangani efisiensi birokrasi pemerintahan.

Saat itu Lutnick menilai Musk terlalu terobsesi dengan pemecatan massal ala Twitter untuk diterapkan pada lembaga federal. Namun perbedaan pandangan soal manajemen pemerintahan itu tampaknya kini dikesampingkan demi menyikapi krisis imigrasi.

Lutnick menegaskan bahwa logika pemberian bantuan uang kepada pendatang tanpa seleksi ketat adalah sebuah kesalahan besar dalam bernegara.

“Anda tidak bisa benar-benar membuka perbatasan dan berkata saya akan memberikan uang saya kepada siapa saja yang ingin masuk,” tegas Lutnick.

Bagikan: