TRIBUN KALTIM – PERSIB U20 harus mengakui ketangguhan tuan rumah Borneo FC dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) Super League 2025/26. Bermain di Borneo FC Training Center, Samarinda, Minggu (8/2/26), Maung Ngora dipaksa pulang dengan tangan hampa setelah kalah telak dengan skor 1-4.
Kekalahan pada gim ke-24 Grup B ini menjadi pukulan bagi skuad asuhan Sabrun Hanapi yang kesulitan mengimbangi agresivitas tim berjuluk Pesut Etam tersebut sepanjang babak kedua.
Sempat Beri Perlawanan di Babak Pertama
Tuan rumah membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-23 melalui gol M. Failah Afarezal. Meski tertekan, PERSIB U20 sempat menunjukkan daya juang tinggi dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui penyelesaian dingin M. Gaoshirowi di menit ke-30.
Skor imbang ini sempat bertahan cukup lama dan memberikan harapan bagi Maung Ngora untuk mencuri poin dari Samarinda. Namun, efektivitas serangan Borneo FC di paruh kedua pertandingan menjadi pembeda.
Faktor Fisik dan Mental Jadi Kendala
Memasuki babak kedua, performa PERSIB U20 menurun drastis. Borneo FC memanfaatkan situasi ini dengan mencetak tiga gol tambahan masing-masing lewat Pandu Alhafiz (58′), Camara Ousman Maiket (77′), dan M. Ghiyas Zico Salmon (86′).
Pelatih PERSIB U20, Sabrun Hanapi, mengakui bahwa kondisi fisik anak asuhnya menjadi kendala utama. “Di babak pertama peluang kami cukup baik. Sayangnya, memasuki babak kedua, fisik dan mental bertanding anak-anak sudah habis,” ungkap Sabrun.
Meski kalah, Sabrun tetap mengapresiasi kerja keras pemainnya yang tetap berusaha menjalankan taktik hingga menit akhir. Kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih untuk memperbaiki ketahanan fisik pemain di laga-laga berikutnya.






