Jangan Ada Data Ganda Pemprov Kaltara Mulai Benahi Administrasi Kemiskinan

Muflihah

TRIBUN KALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara mengambil langkah tegas untuk menghapus duplikasi data dalam program penanggulangan kemiskinan daerah. Upaya pembenahan administrasi ini mulai diintensifkan guna memastikan keadilan bagi warga prasejahtera pada Selasa (10/2/26).

Langkah tersebut diambil karena keberadaan data ganda sering kali menjadi celah ketidaktepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial. Pemprov Kaltara kini mewajibkan adanya sinkronisasi sistem informasi agar setiap penerima manfaat benar-benar terverifikasi secara tunggal.

Perbaikan Sistem Administrasi Terpadu

Proses pembenahan ini mencakup integrasi dokumen kependudukan dengan basis data kesejahteraan sosial yang dikelola oleh berbagai dinas terkait. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk masyarakat miskin terserap secara efisien tanpa ada pemborosan akibat data yang tumpang tindih.

Setiap instansi kini diminta untuk menanggalkan ego sektoral dan mulai terbuka dalam berbagi akses informasi data kemiskinan. Dengan administrasi yang lebih rapi pemerintah dapat dengan mudah memantau perkembangan ekonomi warga secara berkala dan akurat.

Selain menghapus data ganda pembenahan ini juga bertujuan untuk menjaring warga miskin yang selama ini belum tersentuh bantuan akibat kendala administratif. Verifikasi faktual di lapangan terus dilakukan dengan melibatkan aparat pemerintah di tingkat paling bawah untuk menjamin validitas informasi.

Komitmen ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan menuju sistem digital yang lebih transparan dan akuntabel. Melalui data yang bersih Pemprov Kaltara optimis angka kemiskinan dapat ditekan secara signifikan melalui intervensi kebijakan yang lebih presisi.

“Kami tidak ingin lagi ada laporan mengenai satu orang menerima bantuan berkali-kali sementara warga lain yang lebih membutuhkan justru terabaikan,” kata narasumber dari pemerintah provinsi.

“Pembenahan administrasi ini adalah kunci agar program penanggulangan kemiskinan di Kaltara berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujar dia.

Bagikan: