TRIBUN KALTIM – Mimpi setiap anak yang bergabung dengan akademi sepak bola adalah menembus tim utama dan bermain di hadapan ribuan pendukung. Hal itulah yang kini dirasakan oleh Ife Ibrahim, talenta muda Arsenal yang baru saja menjalani pekan paling bersejarah dalam hidupnya, Selasa (17/2/26).
Pemain muda ini baru saja menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama The Gunners. Hanya berselang beberapa hari setelah momen sakral penandatanganan kontrak tersebut, ia langsung mendapatkan kesempatan debut di tim senior saat melawan Kairat Almaty.
Perjalanan Panjang dari Usia Dini

Ife bukanlah pendatang baru di lingkungan klub London Utara tersebut karena ia telah menimba ilmu di sana sejak usia di bawah tujuh tahun atau U-7. Proses panjang selama bertahun-tahun di akademi Hale End akhirnya terbayar lunas ketika namanya masuk dalam daftar skuad utama.
Momen ketika ia diberitahu untuk bersiap masuk ke lapangan menjadi pengalaman yang emosional. Mendengar namanya diumumkan oleh penyiar stadion dan disambut tepuk tangan penonton adalah puncak dari kerja kerasnya selama ini.
Sensasi Bermain Gim yang Menjadi Nyata

Pengalaman debut tersebut digambarkan Ife sebagai sesuatu yang tidak nyata dan mirip dengan apa yang biasa ia mainkan di video gim. Ia mengaku sempat merasa gugup namun instruksi dari staf pelatih dan manajer Mikel Arteta berhasil menenangkannya.
Selain debut di klub, perkembangan Ife juga diakui di level internasional dengan pemanggilan ke tim nasional Inggris U-18. Pengalaman bermain di kompetisi EFL Trophy melawan tim senior juga disebutnya sebagai kawah candradimuka yang mematangkan mentalitas bertandingnya melawan pemain dewasa.
“Setelah sekian lama saya berada di akademi sejak usia di bawah tujuh tahun, masuk ke lapangan sebagai pemain tim utama sungguh luar biasa,” ungkap Ife.
“Ada momen kecil saat saya masuk ke lapangan, saat bola melambung di udara dan saya mengejarnya, rasanya seperti saat-saat saya bermain di mode karier FIFA,” tutup dia.






