Mental Pemain Wolves Terganggu Kritik Suporter, Rob Edwards Tegaskan Skuadnya Bukan Robot

Hasyimy

TRIBUN KALTIM – Situasi sulit sedang melanda Wolverhampton Wanderers yang kini terpuruk di dasar klasemen Liga Inggris. Pelatih Rob Edwards mengakui bahwa tekanan mental mulai memengaruhi performa anak asuhnya di lapangan.

Edwards menyoroti atmosfer negatif yang kerap muncul saat tim bermain di kandang sendiri, Stadion Molineux. Ia merasa kegelisahan dan kemarahan suporter berdampak langsung pada kepercayaan diri pemain.

Pelatih berusia 43 tahun itu pasang badan membela skuadnya dari kritik yang berlebihan jelang laga melawan Liverpool, Sabtu (27/12/2025). Ia mengingatkan publik bahwa para pemain adalah manusia biasa yang memiliki perasaan.

Edwards menegaskan bahwa kritik yang terus-menerus terdengar di stadion mustahil untuk diabaikan begitu saja oleh para pemainnya. Hal itu diakuinya cukup mengganggu fokus tim.

“Mereka bukan robot, jadi mustahil bagi mereka untuk tidak mendengarnya,” ujar Edwards.

Beban Psikologis Berat

Edwards menjelaskan bahwa kesalahan kecil di lapangan kini bisa memicu reaksi besar dari tribun penonton. Hal ini membuat situasi semakin runyam bagi tim yang sedang berjuang mati-matian mencari poin.

Ia menyadari bahwa rentetan hasil buruk yang terjadi begitu lama telah meruntuhkan mentalitas tim. Keraguan mulai menjalar setiap kali ada momen yang tidak menguntungkan mereka dalam pertandingan.

Membangun kembali kepercayaan diri tim yang baru mengoleksi dua poin musim ini diakuinya sebagai tugas yang sangat berat. Edwards menyebut kata-kata motivasi saja tidak cukup untuk mengubah keadaan instan.

“Sangat sulit untuk sekadar mengatakan ‘miliki keyakinan dan kepercayaan diri nak, pergilah dan ubah keadaan’, tetapi satu-satunya cara kami bisa melakukannya adalah dengan terus bekerja sangat keras di sini,” jelasnya.

Wolves kini harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan berat di Anfield dengan kondisi mental yang rapuh. Namun, Edwards berjanji akan fokus memulihkan semangat juang satu atau dua pemain kuncinya agar bisa bangkit.

“Yang menjadi perhatian saya adalah mencoba mendapatkan yang terbaik dari orang-orang dan mencoba menemukan cara untuk mengangkat satu atau dua orang,” pungkasnya.

Bagikan: