Misi Tutup Tahun 2025, Maresca Fokus Benahi Respon Pemain Chelsea Saat Kebobolan

Hasyimy

TRIBUN KALTIM – LONDON. Enzo Maresca menyoroti masalah psikologis yang dialami skuadnya menjelang laga penutup tahun. Pelatih asal Italia itu menilai Chelsea memiliki kecenderungan kehilangan kendali permainan sesaat setelah gawang mereka kebobolan.

Evaluasi ini muncul setelah kekalahan menyakitkan dari Aston Villa pada akhir pekan lalu. Maresca ingin anak asuhnya segera memperbaiki mentalitas tersebut saat menjamu Bournemouth di Stamford Bridge.

Kemenangan menjadi harga mati bagi The Blues untuk menutup tahun 2025 yang penuh warna dengan cara terbaik. Maresca mengakui laga melawan Bournemouth tidak akan berjalan mudah, apalagi tim tamu sempat menahan imbang mereka tanpa gol awal bulan ini.

Namun fokus utama sang pelatih kini tertuju pada perbaikan respon pemain saat berada dalam situasi sulit. Ia menekankan urgensi untuk kembali ke jalur kemenangan secepat mungkin, Selasa (30/12/2025).

“Tentu saja ini akan menjadi pertandingan sulit lainnya karena semua laga di Liga Inggris itu berat,” ujar Maresca dalam konferensi pers pra-pertandingan.

Tanda Tanya Hilangnya Kendali

Kekalahan dari Aston Villa menjadi pelajaran berharga bagi Maresca. Ia merasa frustrasi karena timnya sebenarnya mendominasi total babak pertama namun gagal mempertahankan performa tersebut hingga akhir laga.

Statistik menunjukkan Aston Villa bahkan tidak menciptakan peluang berarti di paruh pertama. Angka harapan gol atau xG lawan bahkan menyentuh nol koma nol yang menandakan dominasi mutlak Chelsea.

Situasi berubah drastis setelah jeda turun minum ketika lawan berhasil mencuri gol penyeimbang. Maresca melihat pola yang berulang di mana timnya mendadak goyah dan kehilangan pegangan taktik saat lawan mencetak gol.

Maresca menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah kejadian acak semata. Ia menuntut para pemainnya untuk mencari akar masalah mengapa fokus mereka bisa runtuh begitu saja hanya karena satu momen kebobolan.

Ia menutup sesinya dengan menegaskan pentingnya evaluasi mental ini.

“Kami perlu memahami alasannya. Tidak peduli apakah kami sedang menang, seri, atau kalah, ketika kami kebobolan gol kami kehilangan sedikit kendali,” pungkasnya.

Bagikan: