Penjelasan Ilmiah Mengapa Air di Bumi Tidak Pernah Habis

Muflihah

TRIBUN KALTIM Pernahkah Anda berpikir mengapa air di bumi seolah tidak pernah habis meski terus digunakan setiap hari. Jawabannya terletak pada sebuah mekanisme alam yang tak pernah berhenti berputar.

Fenomena ini dikenal sebagai siklus hidrologi. Air bergerak secara kontinyu dari bumi ke atmosfer dan kemudian kembali lagi ke bumi, Sabtu (3/1/26).

Matahari memegang peran kunci sebagai sumber tenaga utama penggerak mesin raksasa ini. Panas matahari membuat air di permukaan tanah dan laut menguap ke udara.

Proses penguapan dari badan air langsung disebut evaporasi. Sedangkan penguapan yang berasal dari permukaan daun atau pohon dikenal sebagai transpirasi.

Perjalanan Uap Menjadi Hujan

Uap air yang naik ke atmosfer kemudian mengalami pendinginan dan kondensasi. Proses ini mengubah uap menjadi titik air yang berkumpul membentuk awan.

Ketika butiran air sudah cukup berat dan gaya tekan udara tak mampu menahannya, air itu jatuh sebagai hujan. Presipitasi inilah yang mengembalikan air ke daratan dan lautan.

Namun tidak semua air hujan langsung menyentuh tanah. Sebagian air tertahan oleh tajuk pepohonan dan bangunan lalu menguap kembali tanpa sempat terukur.

Air yang berhasil sampai ke tanah akan meresap melalui pori-pori tanah atau infiltrasi. Sebagian lainnya mengalir di atas permukaan tanah mengisi cekungan danau dan sungai menuju laut.

Tiga Jenis Hujan di Indonesia

Wilayah tropis seperti Indonesia sangat mengandalkan hujan sebagai sumber air utama. Secara umum terdapat tiga tipe hujan yang dibedakan berdasarkan proses terjadinya.

Pertama adalah hujan konvektif yang kerap terjadi saat musim kemarau akibat pemanasan intensif di permukaan tanah. Udara basah naik cepat dan memicu hujan deras yang bersifat lokal dengan durasi singkat.

Kedua adalah hujan siklonik yang terjadi ketika massa udara panas bertemu massa udara dingin. Hujan tipe ini biasanya tidak terlalu lebat namun berlangsung dalam waktu yang lebih lama.

Ketiga adalah hujan orografik yang umum terjadi di daerah pegunungan atau hulu daerah aliran sungai. Angin membawa udara lembab naik melintasi pegunungan dan menjatuhkan hujan di lereng gunung.

Air dari hujan orografik inilah yang menjadi pemasok utama air tanah dan bendungan. Aliran ini terus bergerak dari tempat tinggi menuju tempat yang lebih rendah hingga bermuara.

“Proses tersebut berlangsung terus menerus yang disebut dengan siklus Hidrologi,” kata Bambang Triatmodjo.

Bagikan: