TRIBUN KALTIM – Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang meresmikan penggunaan asrama mahasiswa di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Peresmian fasilitas pendidikan ini dilaksanakan pada Sabtu (17/1/26).
Pembangunan gedung asrama ini menelan anggaran daerah yang cukup fantastis mencapai Rp15 miliar. Bangunan dua lantai tersebut memiliki empat belas kamar tidur luas yang diklaim setara dengan fasilitas hotel bintang tiga.
Kehadiran asrama ini mengakhiri masa sulit para mahasiswa perantauan yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan. Mereka sempat merasakan tinggal di rumah sewaan yang sempit dan harus berbagi kamar dengan enam hingga tujuh orang rekan lainnya.
Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur yang memadai. Kenyamanan tempat tinggal dianggap sebagai faktor krusial dalam mendukung keberhasilan studi putra-putri daerah.
Jaminan Pendidikan Penuh
Perhatian pemerintah tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Seluruh biaya pendidikan mahasiswa di Universitas Teknologi Sumbawa ini juga ditanggung penuh oleh pemerintah provinsi.
Alokasi dana tersebut mencakup biaya uang kuliah tunggal hingga kebutuhan hidup sehari-hari. Anggaran untuk pembelian buku dan penunjang akademik lainnya juga telah disiapkan secara matang.
Langkah ini diambil agar para mahasiswa tidak lagi terbebani oleh masalah finansial selama menempuh pendidikan. Gubernur menekankan bahwa satu-satunya kewajiban mereka kini hanyalah belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih prestasi terbaik.
“Tugas kalian hanya belajar, tidak perlu memikirkan biaya makan, buku, dan tempat tinggal,” ujar Zainal.






