TRIBUN KALTIM – Wilayah Taiwan diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan besar mencapai Magnitudo 7,0 yang memicu pengaktifan sistem peringatan dini nasional. Guncangan kuat ini terjadi di wilayah perairan timur pulau tersebut pada Sabtu (27/12/2025).
Berdasarkan data resmi dari Central Weather Administration atau CWA gempa terjadi tepat pada pukul 23 05 waktu setempat. Pusat gempa terdeteksi berada di koordinat 24,69 lintang utara dan 122,08 bujur timur atau tepatnya 32,3 kilometer arah timur dari kantor pemerintah Kabupaten Yilan.
Gempa tersebut berada di kedalaman 72,8 kilometer di bawah permukaan laut.
Meskipun berpusat di laut kekuatan gempa yang mencapai Magnitudo 7,0 ini membuat sistem alarm bencana atau Public Warning System di seluruh wilayah Taiwan bekerja secara otomatis. Peringatan darurat tersebut dikirimkan langsung ke ponsel penduduk di 22 kabupaten dan kota mulai dari Yilan, Taipei, hingga wilayah kepulauan luar seperti Kinmen dan Lienchiang.
Laporan ini merupakan hasil dari data pemantauan cepat jaringan observasi seismik pemerintah.
Intensitas guncangan maksimal di daratan tercatat pada skala 4 yang dirasakan hampir di seluruh wilayah utama Taiwan termasuk ibu kota Taipei, Taichung, hingga wilayah selatan seperti Tainan. Kedalaman gempa yang mencapai 72,8 kilometer menjadi salah satu faktor guncangan yang dirasakan tidak lebih destruktif di permukaan tanah.
Pihak berwenang menyatakan bahwa pesan peringatan dikirimkan karena estimasi guncangan telah mencapai ambang batas sistem peringatan bencana.
Informasi ini bersifat otomatis sehingga masih terdapat potensi ketidakakuratan data namun tetap diterbitkan sebagai referensi tanggap darurat bagi masyarakat luas. Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa besar tersebut.
Sistem peringatan dini ini dikirimkan untuk kebutuhan tanggap darurat masyarakat karena adanya potensi bahaya.






