TRIBUN KALTIM – Grup idola LE SSERAFIM kembali memicu kemarahan publik lewat konsep visual terbaru mereka. Netizen menilai konsep video musik tersebut secara berulang telah menyinggung keyakinan beragama.
Kontroversi ini memanas saat agensi mengunggah cuplikan lagu berjudul BOOMPALA ke media sosial pada Selasa (19/5/26). Lagu tersebut merupakan bagian dari proyek album PUREFLOW yang rencananya akan segera diluncurkan.
Banyak pihak menuding para anggota grup sengaja meniru dan mengeksploitasi simbol agama Buddha. Publik juga menyoroti penggunaan pose meditasi yoga kuno asal India yang dianggap sebagai bentuk perampasan budaya.
Kemarahan ini semakin memuncak karena LE SSERAFIM memiliki catatan buruk terkait isu serupa di masa lalu. Publik kembali mengungkit insiden saat grup asuhan HYBE ini menari dengan koreografi tidak pantas di dalam sebuah bangunan gereja.
Sebagian penggemar memang berusaha membela dan menyebut tudingan tersebut sekadar bentuk xenofobia. Namun mayoritas warganet telanjur kecewa dan mendesak pihak agensi untuk segera mengevaluasi konsep tersebut.
Berbagai platform media sosial kini dipenuhi kecaman yang menyoroti kebiasaan buruk grup tersebut. Salah seorang pengguna media sosial di platform X secara khusus mempertanyakan deretan kontroversi mereka yang selalu berkaitan dengan tempat ibadah dan simbol suci.
“Pertama menari di gereja sekarang mengejek Buddha,” keluh seorang warganet.






